Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Training

Training K-13 di SD Al-Ikhwan

Kita sebagai pendidik pasti tahu apa itu K-13. Sebagian pendidik sudah sangat akrab dengan pergaulan K-13, namun bagia sebagian lagi mereka baru berkenalan dengan seseorang yang bernama K-13. Siapa K-13 itu? bagaimana wujudnya? Apakah membawa kebahagiaan bagi para pendidik?…. silahkan di jawab sendiri.

Kurikulum 2013 pada dasarnya ingin membuat para pendidik untuk lebih aktif mempersiapkan pembelajaran dan menjadi fasilitator bagi siswa-siswinya. Guru harus bisa melihat Kurikulum K-13 ini sebagai proses belajar untuk menjadi pendidik yang lebih baik, menjadi pendidik yang transformatif, yang mampu menjawab tantangan masa depan dalam pendidikan. Guru harus bisa mendidik diri sendiri sebelum mendidik murid-murid di kelas.

Bukan sebaliknya: Guru mengeluh karena banyak materi yang di ajarkan, guru kesulitan mencari sumber belajar, guru merasa kekurangan waktu karena merasa waktu untuk bekerja selalu lewat dari jam kerja. Jika ini yang selalu keluar dari mulut guru, maka pendidikan kita tidak akan maju…

Sebelum kita meminta murid kita untuk membaca, kita harus bertanya kepada diri kita sebagai pendidik apakah kita juga sudah membaca buku…. Sebelum kita mengajarkan kejujuran kepada anak didik kita, apakah kita sudah jujur kepada diri kita sendiri, apakah kita sudah bersikap jujur dalam keseharian… (hanya kita sendiri yang tahu)… Ketika guru sudah menJIWAi apa yang akan diajarkan di kelas, apa yang akan di sampaikan di kelas, maka murid akan dengan senang hati bisa menerima proses transfer ilmu itu.

Sekarang ini murid bisa lebih pintar dari gurunya, murid bisa lebih tahu banyak karena setiap hari browsing internet dan nonton youtube. Kita sebagai pendidik akan ketinggalan jika kita hanya whatapp-an and update status di facebook, tanpa memperdulikan perkembangan jaman yang begitu cepat.

Hari ini saya berkesempatan untuk menjadi pembicara dan berbagi ilmu tentang Kurikulum 2013 kepada SD Al-Ikhwan Pondok Aren, K-13 yang sudah di release oleh pemerintah sejak 3 tahun yang lalu. Kegiatan ini 100% di sponsori oleh Penerbit Erlangga yang sudah menjadi bagian terbesar dalam mengembangkan pendidikan Indonesia.

Banyak perubahan yang harus dilakukan, tentu ini menjadi perhatian sang guru di kelas yang sekarang bukan lagi hanya menilai cognitif anak-anak saja, guru perlu menilai perkembangan sikap, spiritual dan sosialisasinya. Dengan adanya perubahan menjadi KI-1, KI-2, KI-3, KI-4, semua terlihat begitu menantang dan membutuhkan energi lebih pada 1-2 tahun pertama. Guru SD Al-Ikhsan yang terdiri dari 12 orang ini terlihat antusias dalam membahas penilaian K-13. Namun waktu sampai 13.30 ternyata sangat tidak cukup, jadi pertemuan selanjutnya akan kita jadwalkan untuk mengupas tuntas tentang penilaian sekolah dan saya buatkan kelas online dengan menggunakan Google Classroom.

 

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.