Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Artikel

Tantangan Akreditasi Sekolah

Beberapa hari ini saya sedang mengurus akreditasi sekolah di SMA. Penilaian sekolah yang sangat panjang dan banyak.

Akreditasi Sekolah adalah evaluasi yang menetapkan kelayakan dari satuan pendidikan/ sekolah formal dengan mengacu Standar Nasional Pendidikan. 

Akreditasi mulai tahun 2018 dan pada akreditasi sekolah 2020 terdapat perubahan sistem yaitu dari berbasis kepatuhan administrasi menjadi berbasis kinerja. Ada empat komponen utama yang menjadi penilaian yaitu :

  1. Mutu Lulusan
  2. Proses Pembelajaran
  3. Mutu Guru
  4. Manajemen sekolah

Saya tidak membahas teknis akreditasi sekolahnya, tetapi saya ingin menyampaikan bahwa sekolah yang melakukan semua administrasi sesuai Standar Nasional Pendidikan bisa dipastikan sekolah tersebut bagus. Namun saya berefleksi setelah kurang lebih 17 tahun bergelut dalam dunia Pendidikan TK sampai dengan SMA, saya menemukan sesuatu POLA yang terus terjadi di sekolah swasta.

Disekolah swasta kita di tantang untuk melakukan inovasi dan perubahan agar proses belajar menjadi menyenangkan dan bisa mengakomodir kebutuhan siswa dan memenuhi harapan orang tua. Dengan tujuan tersebut maka sekolah swasta melakukan banyak AKSI yang berbentuk KINERJA.

Tetapi kekurangan sekolah swasta adalah terkadang kita tidak mendokumentasikan semua hal tersebut dalam bentuk administrasi (tertulis). Padahal semua hal yang dilakukan sekolah swasta sudah memenuhi standar. Jadi Sekolah swasta lebih focus pada ACTION-KINERJA-PROSES.

Lalu saya menemukan kepala sekolah dan sekolah yang sangat hafal membuat perencanaan, dan lain sebagainya tetapi kurang ACTION. Akhirnya sekolah tersebut biasa saja.

Jadi perlu keseimbangan dan prioritas apa yang paling dibutuhkan oleh sekolah tersebut dan penting juga membuka mindset Kepala Sekolah untuk belajar kesekolah lain, berkunjung, melihat, berinteraksi dengan sekolah lain yang lebih baik agar kita sebagai School Leader memiliki wawasan, pengetahuan dan keberanian yang lebih untuk mengambil KEPUTUSAN.

Dari pengalaman akreditasi tersebut, sejatinya kepala sekolah yang sudah berpengalaman dapat membuat cara yang lebih sederhana agar PROSES bertumbuh sejalan dengan Tujuan Akreditasi. Dan cara ini memerlukan Kepala Sekolah yang VISIONER dan FOKUS. Yang saya maksud Fokus disini adalah kepala sekolah tersebut tidak memiliki kerja sampingan lain.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi guru/ pemimpin sekolah agar kita bisa melihat tujuan akhir dari proses belajar di sekolah yaitu Akreditasi bagus dan sesuai dengan kebutuhan siswa dan memenuhi harapan orang tua dan bangsa.

Salam gurumenginspirasi

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.