Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

Review Buku: Jangan Salah Pilih Pasangan

Jika cinta itu buta, maka biarkan buku ini menjadi matanya… itu kutipan terakhir dalam buku ini.

Banyak dari kita merasa “risih” dengan status jomblo, padahal tidak ada salahnya juga. Berfikirlah ini yang terbaik buat kita, bukan yang terbaik menurut orang lain. Mencari pasangan bukan untuk main-main, carilah pasangan untuk pasangan hidup yang kelak mendampingi kita sampai mati.

Kebanyakan dari kita ketika PDKT, biasanya hanya membahas yang enak-enak saja, ningkrong, nonton, kumpul-kumpul dan lain sebagainya. Di dalam buku ini dibahas bagaimana kita melakkan PDKT yang sehat, tepat dan baik untuk mengenal lebih baik pasangan kita. Bagaimana kita harus visioner melihat jauh kedepan bahwa kita kelak akan menjadi orang tua dan akan mengasuh anak. Bahwa kita akan menikah dengan keluarga besar. Bagaimana kita menyelesaikan konflik dengan pasangan kita. Bagaimana ketika masalah kecil memencet odol bisa menjadi keributan dalam rumah tangga. Hal ini tidak akan terlihat ketika kita PDKT, hanya akan dirasakan ketika sudah menikah. Nah… buku ini akan menjadi panduan apakah pasangan kita serius ingin menikah dan bertanggung jawab dengan keluarganya kelak. Calon pasangan yang baik juga akan berani datang ke rumah dan bertemu dengan orang tua kita.

 

Ketika saya memutuskan untuk menikah 3 tahun yang lalu, saya melakukan pendekatan dengan keluarganya dengan datang dan bertemu ayah ibu calon istri saya, saya mencari tahu apa kesukaan ayah dan ibu nya. Lalu karena saya menentukan target 1 tahun kemudian kita menikah, saya menuliskan proposal singkat sebanyak 10 halaman yang isinya tentang diri saya dan keluarga. Isinya seperti CV hanya lebih pribadi dan detail: tentang identitas, kesukaan, kebiasaan, latar belakang pendidikan, passion, pengeluaran rutin, sampai dengan gaji (saya tuliskan). Dan tentu saja saya tuliskan juga ayah ibu, kakak, adik, dan kebiasaan keluarga lainnya. Lalu saya menulis tujuan saya menikah dan visi ke depan nya. Dengan tulisan itu calon pasangan akan tahu apa rencana kita ke depannya. Dan biasanya hal ini sangat jarang dibicarakan ketika PDKT, karena ingin nya yang seneng-seneng aja.

 

Satu yang tidak dibahas di dalam buku ini adalah ilmu agama, menurut saya pemahaman ilmu agama bagi laki-laki (kepala keluarga) dan lebih baik bagi kedua belah pihak, karena ini akan menjadi pondasi kehidupan berkeluarga nantinya. Namun dalam buku ini disebutkan juga latar belakang keluarga atau dalam orang jawa bibit, bebet, bobot. Bahwa kita harus memperhatikan latar belakang keluarga besar. Seberapa pun besar cinta kita kepada calon pasangan kita, harus di CATAT bahwa cinta kepada Allah SWT (Tuhan) harus lebih besar. Lakukan semuanya untuk Tuhan mu maka keajaiban akan datang.

Jadi bagi anda yang belum jatuh cinta, sedang jatuh cinta atau sudah berumah tangga, buku ini recommended untuk dibaca sebagai referensi agar komunikasi dengan pasangan menjadi lancar dan langgeng sampai kakek nenek. Kita doakan bersama teman-teman dan saudara kita yang akan berumah tangga dan sudah berumah tangga agar langgeng sampai hayat memisahkan mereka.

 

“Marriage is falling in love with the same person”

 

Demikian review buku dari ayah Edy ini, semoga bermanfaat.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.