Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

Pudarnya Pesona Menyambut Siswa di Pagi Hari

Setiap pagi biasa nya saya dan beberapa guru datang lebih pagi untuk menyambut siswa-siswi yang datang ke sekolah. Keceriaan pagi tersebut bisa saya lihat dan rasakan ketika mereka bersalaman langsung dengan mereka. Kondisi guru yang siap untuk mendidik anak-anak di kelas tercermin ketika orang tua datang ke sekolah mengantarkan sang buah hati mereka.

Kita bisa melihat berbagai macam kasih sayang yang terungkap ketika mengantarkan sang anak. Ada yang salaman, ada yang mengantar sampai anak tangga, ada yang cipika cipiki, ada yang memeluk sang anak tersebut, ada yang cukup dengan tos (hi five). Banyak hal yang bisa kita dapatkan sebagai seorang pendidik ketika kita berada disekolah lebih awal dan menyambut sang anak didik. Ini hal positif yang kita dapatkan jika datang lebih pagi dan menyambut siswa didik kita:

  1. Kita bisa lebih mengenal karakter anak (yang bukan dari kelas kita).
  2. Kita bisa lebih mengenal orang tua (sang pengantar pagi)
  3. Kita bisa memberikan senyum yang membahagiakan.
  4. Kita bisa belajar dari orangtua dan anak tersebut.
  5. Kita bisa ada, jika mereka memerlukan kita (lebih pagi).
  6. Kita bisa membantu anak-anak yang bertanya, Jika anak ada pertanyaan, mereka bingung mau bertanya ke siapa. Karena guru belum datang ke sekolah.
  7. Kita bisa memberikan contoh yang baik bagi anak didik.
  8. Kita bisa memberikan kepercayaan kepada orang tua tanpa berkata-kata.
  9. Kita bisa stand by jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
  10. Kita bisa berfikir/ mendapatkan ide untuk mengisi kegiatan hari ini.

dan masih banyak lagi keuntungan yang bisa kita dapatkan di pagi hari ini. Namun semakin hari pesona menyambut siswa ini mulai pudar dan sedikit demi sdikit mulai hilang. Tinggallah saya sendiri berdiri ditemani anak-anak yang baik hati yang berniat untuk ikut menyambut temannya.

Jika saya datang pagi bukan hanya untuk menyambut anak-anak, saya juga menyambut guru dan menyapa orang tua yang mengantar. Saya juga bisa tahu siapa saja guru yang datang terlambat dan merasa tidak bersalah jika datang terlambat. Kita memang butuh teguran, karena memberi contoh saja tidak cukup. Kita memang butuh dorongan positif, karena kata-kata saja tidak cukup. Artikel ini menyambung tulisan saya beberapa waktu lalu: karena datang tepat waktu itu terlambat.

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.