Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Parenting

Parenting#1 : Membangun Percaya Diri Anak di Zaman Millenial

Hari ini Sabtu, 13 Oktober 2018 sekolah Budi Luhur mengadakan sesi parenting yang pertama pada tahun ketiga. Seperti biasa pada acara parenting ini di dominasi oleh orang tua kelas 1 yang baru bergabung di sekolah. Saya berpikiran positif bahwa orang tua yang tidak bisa datang karena memang jadwalnya bentrok dengan acara parenting ini. Konfirmasi yang masuk ke dalam Google Form sebanyak 64 orang tua namun yang datang sebanyak 50 orang tua.

Setiap acara parenting saya selalu yang memandu acara tersebut supaya saya bisa menyerap ilmunya lebih maksimal dan memperhatikan lebih baik. Kenapa saya menjadi pemandu acaranya, supaya saya bisa melihat langsung dari depan, siapa orang tua yang hadir dan siapa orang tua yang tidak pernah hadir pada acara parenting ini.

 

Tema parenting kali ini adalah : membangun percaya diri anak di Zaman Millenial. Iya untuk membangun percaya diri anak, yang paling pertama harus percaya diri adalah orang tua nya “kalimat pembuka dari Ibu Nila Purnamawati, MPd selaku pembicara pada acara parenting tersebut”. Ibu Nila mengisi parenting yang kedua kalinya di Sekolah Budi Luhur dan mengisi juga pada Professional Development guru Budi Luhur tahun lalu.

 

Banyak materi yang “menyentil” perilaku orang tua yang membuat anak tidak percaya diri, sebut saja jika sudah bisa menyiapkan makan, biasanya makanan disiapkan oleh mama nya. Jika sudah bisa memakai sepatu, tetap di pakaikan oleh mba nya, jika ada acara camping, orang tua ikut datang ke daerah perkemahan karena kecemasan yang berlebihan. Tentu saja ini semua dipengaruhi oleh media dan tingkat kecerdasan orang tua yang berbeda dengan orang tua kita dulu. Ibu Nila membuka dengan 5 generasi yang berbeda: Baby Boomers, Gen X, Gen Y, Gen Z dan Gen Alpha. Masing-masing generasi mewariskan genetic yang hampir sama, namun berbeda pada generasi Y dan Z karena sudah dipengaruhi oleh teknologi.

Lagi-lagi ini tantangan orang tua muda yang kasian melihat anaknya susah dikitm tidak tega melihat anak nya “menderita” padahal bukan menderita tetapi berusaha, berusaha menyelesaikan permasalahannya sendiri yang selalu dibantu oleh orang tua. Kelak anak kita akan hidup sendiri dan menjadi pemimpin dikeluarga nya, kelak anak kita harus berani mengambil keputusan besar yang menentukan kehidupannya. Anak-anak tidak akan berani mengambil keputusan besar jika tidak dilatih dari keputusan kecil sejak dini. Sama sperti percaya diri, anak-anak tidak akan bisa berani ampil percaya diri jika tidak dilatih sejak dini.

 

Lalu siapakah yang paling berperan membentuk “percaya diri” anak? Iya orang tua nya sebagai orang terdekat di dalam keluarga.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.