Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Students Activity

Menjadi Pemimpin dimulai dari mana?

Menjadi pemimpin bukan sesuatu yang menjadi cita-cita seseorang, namun ketika kita memiliki cita-cita untuk menjadi CEO perusahaan maka otomatis kita harus menjadi pemimpin. Pemimpin yang paling sederhana adalah menjadi pemimpin bagi diri sendiri. Banyak dari siswa-siswi kita atau guru kita sendiri tidak menyadari bahwa kita semua adalah pemimpin. Layaknya seorang pemimpin harus bisa membawa perubahan, memiliki inisiatif yang tinggi, rela berkorban untuk kepentingan bersama dan terus menjadi pembelajar.

Hal ini tidak bisa langsung terjadi kepada siswa-siswi kita di tingkat SMA jika mereka tidak pernah terlatih untuk menjadi seorang pemimpin. Lalu bagaimana melatih anak didik kita untuk menjadi pemimpin?
Berikut beberapa hal yang bisa melatih anak didik kita untuk menjadi pemimpin:
1. Memberikan kesempatan kepada anak didik untuk mengutarakan dan mewujudkan idenya di sekolah. Ini tidak mudah karena kita harus bisa mengakomodir apa maunya anak. Sederhananya project apa yang anak lakukan untuk sekolah.
2. Setiap kali keputusan yang anak ambil, mereka harus berfikir konsekuensinya. Contoh: jika mereka terlambat…. Tanyakan kenapa terlambat? Mengapa bisa terlambat? Apa konsekuensinya yang ingin kamu lakukan?
3. Membangun motivasi belajar dengan menggantungkan mimpi mereka di kepala mereka. Setiap orang pasti punya mimpi dan cita-cita. Kita sebagai pendidik harus punya juga mimpi yang besar dan project yang kita lakukan.
4. Jadilah guru yang menginspirasi. Ini menjadi kata kunci nya jika kita ingin anak didik kita berhasil dan memiliki cita-cita dan semangat yang tinggi pula. Berikan aura positif dan sebarkan kegiatan kebaikan kita yang bisa di tiru oleh anak didik kita.
Ikut terlibat dalam kepengurusan OSIS pun bisa menjadi langkah awal untuk belajar menjadi seorang pemimpin. Tidak harus menjadi ketua, menjadi pengurusnya pun akan menguji mereka untuk menjadi pemimpin. Coba saja kita perhatikan kegiatan OSIS dan sekolah pasti akan banyak, mereka harus mengatur waktu dalam mengerjakan tugas, OSIS dan bermain. Mereka harus mengambil keputusan dalam setiap kegiatan. Mereka harus mau mengorbankan waktu mereka untuk OSIS, dan lain sebagainya

Mungkin ide kecil di atas bisa diaplikasikan dan lihat apa yang terjadi kemudian.
Salam Budi Luhur

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.