Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Parenting

Mengapa orang tua tidak sabaran dengan anak nya sendiri?

Mengapa orang tua tidak sabaran dengan anak nya sendiri?

Pertanyaan ini yang selalu muncul dalam pikiran saya. Sebenar nya saya atau kita sebagai orang pasti tahu jawabannya. Kita bisa menganalisa mengapa demikian. Kita bisa melakukan introspeksi diri  mengapa anak kita selalu melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan.

Kasus pertama:

Ini terjadi dengan anak pertama saya Zafran.

Pertama kita harus kenali tipe anak kita dulu. Zafran adalah tipe anak kinestetik yang selalu ingin bergerak dan memegang sesuatu. Jadi jika saya minta untuk tenang agak sulit dan itu membuat Zafran tidak nyaman.

Lalu kita harus tahu perkembangan anak juga. Pada usia 4 tahun ini anak cenderung tidak mau mematuhi semua perintah. Bukan karena bandel tapi karena memang sedang masa nya mencoba untuk menolak dan melakukan hal-hal yang tidak boleh. Ini pasti sangat menguji kesabaran orang tua.

Ini solusi nya:

Ketika kita sudah mengenal karakter anak kita. Kita harus kenali juga karakter kita sebagai orang tua. Apakah kita termasuk yang sabar atau tidak sabaran. Apakah kita bisa diajak bicara atau tidak. Apakah kita mampu mengelola emosi atau tidak. Apakah kita termasuk yang terbuka dengan masukan pasangan atau tidak. Apakah kita sudah selesai dengan diri sendiri.

Ini maksudnya adalah apakah kita masih ada yang belum dimaafkan, atau hal-hal yang masih mengganjal dalam hati kecil, atau kekhawatiran yang mendalam, atau hal-hal yang mungkin tidak kita sadari pengalaman yang kurang menyenangkan di masa lalu. Cobalah untuk memaafkan dengan cara selalu berzikir dan melakukan afirmasi positif. Percayalah bahwa Allah SWT selalu ada didekat kita dan selalu memberikan yang terbaik untuk kehidupan kita.

Nah… jika kita sudah mengenal diri kita dan anak kita, selanjutnya adalah menghindari hal-hal yang bisa memicu emosi. Contoh:

  1. Lapar: sebaiknya kita makan dahulu baru mengurus anak-anak.
  2. Belum mandi: biasanya mandi membuat mood kita menjadi lebih baik.
  3. Mengurus anak lainnya: ini juga bisa memicu emosi kita untuk memilih mana yang didahulukan. Coba ajak bicara anak yang paling besar untuk ikut terlibat dalam pengasuhan. Memang tidak mudah dan ini butuh proses dan ketenangan dalam berbicara. Ingat… klo kita nya tenang, anak ikut tenang.
  4. Banyak kerjaan: ini juga bisa membuat orang tua tidak sabaran. Kita harus ingat usia anak 4 tahun tidak bisa dibandingkan dengan kita orang tua yang sudah berusia 30 tahun. Kita juga waktu usia 4 tahun belum bisa membuka kancing baju kan… jadi sesuaikan dengan usia anak jika sedang melakukan hal-hal yang dia inginkan.
  5. Tekanan hidup: masa pandemic ini biasanya ada saja yang di khawatirkan. Nah … ini harus di kondisikan dengan banyak berzikir dan sholat. Rezeki yang kita dapatkan sekarang jauh-jauh lebih baik dari orang lain lho…. ingat juga rezeki itu tidak selalu uang. Sehat, pasangan dan anak-anak sehat, masih ada pekerjaan, ada tempat tinggal, saudara yang baik, lingkungan yang baik, dan lain sebagainya.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat dan menjawab mengapa orang tua kurang sabaran.
Mohon maaf apabila ada tulisan yang kurang berkenan.

Selamat mencoba.

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.