Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

Ketika Orang Tua Belajar

Ketika membuka beberapa halaman buku ini, saya langsung berfikir guru-guru saya harus membaca ini. Guru-guru yang baru mengajar atau yang sudah berpengalaman mengajar. Betapa kita harus tahu ilmu dan seni mendidik yang benar karena selama ini bisa jadi ilmu yang kita pakai untuk mengajar adalah versi pengalaman kita belajar zaman dulu atau versi mengajar ala kita yang penting target pelajaran di buku selesai dan tidak menjadi pertanyaan orang tua.

 

Banyak guru yang berfikir jika materi di dalam buku tidak di bahas, maka orang tua akan mempertanyakan belajar apa di kelas. Ketika membaca buku ini, justru kita sebagai guru sebagai pendidik yang harus memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan yang di bawa ke rumah. Ketika anak bercerita dengan senang sepenuh hati apa yang terjadi didalam kelas, di situlah sebenarnya terjadi proses belajar.

Banyak dari kita mengajarkan murid atau anak kita untuk menyelesaikan soal di buku, namun pembelajaran sesungguhnya kita harus mengajarkan bagaimana menyelesaikan masalah kehidupan mereka. Ketika mereka bertengkar, lalu kita panggil, mendengarkan penjelasan mereka, mendengarkan isi hati mereka, melihat bagaimana reaksi mereka, dan memaafkan itulah proses belajar sesungguhnya dalam kehidupan nyata. Ketika siswa sadar bahwa teman nya tidak suka atau merasa tersinggung dengan kalimat yang di katakana temannya dan menangis, disitulah proses belajar mereka. Kita sebagai pendidik harus “aware” tentang hal ini.

 

Bagaimana mungkin sekolah dan rumah menjadi dua tempat yang mematikan kreativitas anak. Ini terjadi karena orang tua dan guru TIDAK BELAJAR lagi. Ketika kita sebagai pendidik berhenti belajar, berhenti membaca buku, maka ilmu yang kita berikan kepada anak didik kita hanya itu-itu saja dan tidak berkembang, padahal ilmu pengetahuan dan cara mendidik begitu luas.

Hati-hati dengan melebel anak didik kita malam belajar atau tidak mau belajar, berkacalah pada diri kita sebagai pendidik, apakah kita sudah melakukan proses pembelajaran yang menyenangkan. Di dalam buku ini dituliskan bahwa manusia adalah makhluk pembelajar, jika ada anak yang tidak mau belajar maka itu factor eksternal.

 

Ingat-ingat tulisan ini untuk orang tua dan guru, sebagai dua sosok yang paling dekat dengan anak. Silahkan di share jika bermanfaat bagi diri anda dan orang lain. Selamat belajar.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.