Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Parenting

Kasalahan Orang Tua dalam Mendidik Anak “Coba kita orang tua refleksi”

Sebagai Ayah kita pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tetapi terkadang memberikan yang terbaik tidak selalu berujung menjadi yang terbaik. Hal ini baru saya rasakan ketika sudah menjadi ayah dari 3 orang anak.

Tumbuh kembang anak ini sangat unik dan menarik untuk di tulis dalam sebuah pengalaman dan dibagikan agar semakin banyak orang tua yang tahu arti dari sebuah pendidikan dalam keluarga. Pendidikan dalam keluarga tidak melulu tentang ilmu pengetahuan atau pelajaran di sekolah. Ini lebih penting lagi yaitu mengajarkan pendidikan karakter/ Akhlak/ adab/ sopan santun/ pendirian/ disiplin dan banyak lagi yang tidak terlihat namun akan sangat berpengaruh pada kehidupan mereka kelak.

Saya mulai menemukan kesalahan dalam mendidik anak dalam keluarga ini. Kemungkinan kesalahan ini dilakukan oleh banyak orang tua, namun orang tua tidak menyadari karena kurang introspeksi diri.

Saya ambil satu kasus di keluarga saya:

Zafran yang berusia 4 tahun, pada usia ini anak cenderung tidak mau mematuhi perintah orang tua nya. Suatu ketika Zafran memukul adiknya (jika ada anak memukul adik: apa yang kita lakukan???)…. jika kita berfikir… mungkin maksud zafran adalah mengajak main adiknya…. atau dia tidak tahu cara mengekpresikan perasaan nya. Nah…. tugas kita sebagai orang tua adalah memberikan cara yang benar… “itu saja”

Kebanyakan orang tua akan merespon dengan marah dan memberikan ceramah….

Nah ketika kita sebagai orang tua marah…. maka anak akan merekam respon kita dan meniru perilaku kita. Namun suatu ketika kita akan memberikan nasihat kepada anak kita untuk bisa bersabar ketika kaka atau adik memukul atau mengambil mainan nya.

Di sinilah letak kesalahannya: Perkataan yang kita orang tua ucapkan tidak sejalan dengan perbuatan kita… itu baru satu kasus ya…

Kasus kedua: Ketika anak tidak mau melakukan apa yang orang tua inginkan, orang tua cenderung memaksa dengan cara “mengancam”… nah lho… iya beneran:

klo adik gak makan, gak boleh main ya. habiskan makan  nnya dulu.

Klo abang gak minta maaf, ayah gak mau bicara. dan seterysnya dan seterusnya…

lalu bagaimana donk???? tenang…. ini ada solusi nya…

To be continue

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.