Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

Jumpa Penulis 2018

JUMPA PENULIS 2018. Wow… pasti keren banget bisa berjumpa dengan 8 penulis nasinal yang sudah menulis buku banyak banget. Yang kerennya lagi acara ini dilaksanakan setiap tahun. Kali ini acara Jumpa Penulis 2018 di adakan di UTCC (Universitas Terbuka Convention Center) di Pondok Cabe. Acara yang di hadiri sekitar 750 orang ini menjadi acara yang di tunggu-tunggu oleh para penulis pemula atau bagi yang mau memulai menulis dan bahkan bagi orang yang sudah menulis 4 buku pun masih ingin datang ke acara ini. Dan coba tebak peserta paling jauh dari mana? Dari Malaysia… wew… kereen….

Acara ini di sponsori oleh BErl Cosmetics yang juga menjadi partner KMO. BErl pernah saya bahas pada blog ini juga, saat melakukan BErls Award di Jakarta yang juga mengundang Kang Dewa, Kang Hendy sebagai pembicara nya. Sepertinya mereka memang sahabatan di wirausaha. Dan memang betul ketika kita bergaul dengan pengusaha kita akan menjadi pengusaha. Oleh karena itu saya menulis artikel ini juga untuk memotivasi guru untuk bisa bergaul dengan orang-orang hebat agar pemikiran kita juga hebat dan visioner seperti pembicara dan penulis-penulis ini.

Pembicara pertama oleh Kang Tendi founder KMO (Komunitas Menulis Online). Berbicara menjadi penulis, bakat menulis ini sudah terlihat ketika kelas 4 SD. Ketika mengerjakan soal yang pertama kali dikerjakan adalah soal Essay duluan dibandingkan Pilihan Ganda. Kang Tendi bercerita bahwa bisnis nya selalu hancur pada usia 6 bulan dan selalu diselamatkan oleh menulis buku. Bisnis lagi, hancur lagi dan menulis buku lagi begitu terus sampai 5 kali.

Lalu kang Tendi berkonsultasi dengan Kang Ippho, apa yang membuat bisnis saya selalu hancur, lalu jawab kang Ippho: Coba kamu ingat-ingat…

Jangan-jangan orang tua kamu belum Ridho

Jangan-jangan pasangan kamu belum ridho

Jangan-jangan ada amanah yang belum selesai

Jangan-jangan sedekahmu belum sebesar cita-citamu.

Wow… kena banget kayak nya ni… ini ni yang harus kita koreksi dulu sama diri kita masing-masing.

 

Pembicara kedua Ibu Sinta Yudisia, beliau adalah penulis dan psikolog yang sudah banyak menelurkan buku. Cerita-cerita ibu Sinta bisa di baca di https://sintayudisia.wordpress.com/. Beliau bercerita bahwa harus menulis untuk kebaikan, karena jika kita tidak menulis akan banyak tulisan yang jahat yang akan masuk ke dalam dunia pendidikan.

Ibu Sinta bercerita bahwa apa yang kita lakukan (menulis) sekarang jangan takut tidak dibayar oleh Allah SWT, semua pasti  di bayar. Mungkin tidak langsung di bayar oleh manusia, dibayarnya dengan hal yang lebih menakjubkan. Jangan pernah minder jika naskah kita di tolak oleh majalah local, bisa jadi karya kita levelnya nasional atau internasional.

Teruslah menulis.

 

Pembicara ketiga Ibu Helvy Tiana Rosa yang sudah menulis 60 buku… wow… bisa kebayang kan 60 buku itu setinggi apa klo di susun ke atas. Iya ibu Helvy memulai tulisannya dengan menulis Puisi. Puisi yang di tulis pertama kali pada usia 10 tahun dan sampai sekarang masih ada. Konon akan dijadikan film layar lebar.

Pembicara ke empat Ustadz Nasrullah, beliau berbicara magnet Rezeki. Suara nya yang khas yang sering saya dengar nasihatnya lewat audio. Waktu itu saya membeli buku percepatan rezeki dan salah satu suara Audionya adalah Ust Nasrullah.

Beliau berbicara bahwa kehidupan ini penuh dengan keajaiban, dan kita harus percaya dengan keajaiban. Keajaiban terjadi hanya bagi yang percaya. Lalu apa hubungannya dengan magnet rezeki?

 

Apakah teman-teman tahu bahwa rezeki yang diberikan Allah SWT itu banyak kayak hujan deres, lalu… kok hujan deres kita gak kebasahan…. Nah ini dia…

Kenapa kita bisa gak basah pas hujan deres, karenaaa… kita pakai perisai/ payung… lho kok…

Iya karena kita pakai perisai jadi kita gak kena rezeki… trus kita harus gimana, iya kita harus lepaskan perisainya supaya kita kena rezekinya…. Nah… pertanyaannya perisainya itu apa ustadz? Perisai yang sering kita bawa itu adalah “dosa”. Bisa jadi doa yang kita lakukan menjadi penghalang rezeki kita…. Makaaaa… bertaubatlah beristigfar agar kita bisa kena rezeki yang hujan lebat….

 

Keajaiban itu harus di praktekkin….

Tulislah pengalaman keajaiban kehidupan kita, maka keajaiban lain akan muncul.

 

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.