Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

Jangan Takut di Tilang

Hello guys, sekarang saya ingin berbagi pengalaman di tilang nich, berikut beberapa pengalaman di tilang motor dan Mobil yang membuat hari-hari saya lebih berwarna:

Tilang ke-1 karena penumpang motor tidak memakai helm di daerah Bogor, SIM di tahan, ikut sidang.

Tilang ke-2 karena motor hampir masuk tol karena gak tahu jalan, di daerah Cibubur Junction, SIM di tahan, ikut sidang.

Tilang ke-3 karena penumpang tidak menggunakan helm di lampu merah Ciledug, SIM di tahan. Tidak saya ambil sampe kadaluarsa tuh SIM.

Tilang ke-4 karena motor belok ke kanan padahal berenti di sebelah kiri di lampu merah JDC, SIM di tahan. ikut sidang. Padahal mau ikut workshop pagi-pagi dah kena tilang.

Tilang ke-5 Mobil salah jalur, terpaksa bayar di tempat karena SIM sudah di tahan, STNK punya mobil orang, jadi gak mungkin dikasih STNK nya.

Tilang yang ke-6 karena mobil masuk area Ganjil Genap pukul 17.00 di daerah Gelora Bung Karno, SIM di tahan, denda 500,000 karena saya minta slip biru (awalnya mau di kasih slip merah).

Tilang ke-7 karena mobil menggunakan bahu jalan di tol pukul 17.30 WIB di tol TB Simatupang, STNK di tahan karena SIM dah di tahan) denda 500,000 (slip biru juga).

Jadi dari pengalaman-pengalaman tersebut, 5 dari 7 oknum polisi meminta uang di tempat dan menawarkan bantuan untuk bayar di tempat. Malahan ada yang jelas-jelas meminta uang 50.000 aja masa kamu gak punya…. gak punya pak… saya gak punya uang pak..(dengan muka melas) ternyata jurus ini berhasil membuat polisi tidak jadi nilang (karena saya jalan terus pas lampu masih kuning).

Memang seharus nya saya kena tilang 9 kali, jadi yang 2 kali saya bisa lolos karena pasang muka melas, sedih dan menderita… ahahaha….

Pengalaman di tilang terakhir, kita bisa transfer lewat rek BRI, setelah di tilang kita akan dapat SMS untuk mebayarkan tilang dengan jumlah maksimal 500,000. Kata pak polisi nanti uang nya dikembalikan setelah ikut sidang, jadi prosedurnya agak panjang dan repot. Apalagi klo dipengadilan orang yang ikut sidang ratusan. Dan biayanya jadi lebih murah bisa 100,000-150.000 saja.

Dari acara tilang ketilang di atas, saya selalu lengkap bawa SIM dan STNK tapi ya di sita semua juga karena sering kena tilang. Kita sebagai pengemudi bukan hanya mahir bawa motor dan mobil tapi harus tahu dan patuh rambu lalu lintas. Pengalama saya di atas karena saya banyak tidak tahu rambu lalu lintas, jadi ini pelajaran juga supaya kita lebih faham dan tahu kondisi jalan khususnya di Jakarta. Apalagi sekarang ada Ganjil Genap.

Trus saya juga pengalaman nich, ketilang SIM di tahan, gak saya tebus sampe 2 tahun… ckckck kebayang gak sich gak bawa SIM selama 2 tahun dan alhamdulillah aman dan damai di jalan. Kemarin saya baru tebus di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Jadi sekarang buat yang ketilang di daerah Jak-Sel mengambil barang-barang nya di Kejaksaan Negeri.

Hari Jum’at: khusus yang sidang di tanggal tersebut.

Hari Senin-Kamis: khusus pelanggar yang tanggal sidang nya sudah lewat. dan cara mengambilnya juga sangat mudah. Cukup mengantri kasih slip tilang, dipanggil dan bayar di loket yang sama. Simpel kan…. persis kayak nebus obat di apotek dan bayarnya cukup 150,000 saja. cukup murahkan, iya murah itu relatif memang. Klo punya duit jadinya murah, tapi klo lagi gak punya duit jadinya mahal bro.

Nah bagi teman-teman, saudara, bapak-ibu, jika kita melanggar, di sengaja atau tidak disengaja baiknya kita terima dengan lapang dada slip tilangnya dan ingat jangan sekali-kali membantah pak polisi yang menilang karena nanti di kasih slip merah yang artinya kita mengelak atau membantah UU. Jadi kita minta maaf aja sama pak polisi dan mengakui kesalahan kita dengan senyum dan lapang dada. Syukur-syukur pak polisi kan mengurungkan niatnya menilang kita.. hihihi… atau jika kita tidak melawan, kok malah di kasil slip merah… kita protes aja, kok di kasih yang merah pak… karena dulu sebelum tahu, saya selalu di kasih yang merah, padahal harusnya yang biru.

Hah ini yang paling penting, ketika kita mengikuti prosedur di tilang, maka uang tilang akan masuk ke kas negara, tapi jika kita berikan kepada petugas sama saja kita mengajarkan korupsi di jalan dan memberikan kesempatan oknum polisi tersebut untuk melakukan hal itu lagi pada korban pelanggar di jalan. Jadi semua akan indah pada waktunya. Salam aspal.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.