Guru Menginspirasi

Teacher is the hearth of the school

Parenting

Jalan Pagi tanpa Gadget

Hari ini Minggu, 13 Mei 2018 saya berhasil membujuk istri saya untuk jalan pagi bersama anak-anak. Hari minggu lokasi BxChange menjadi salah satu tempat favorite warga Bintaro untuk berolahraga santai bersama keluarga, iya sudah dua kali minggu ini saya datang ke sana bersama Zafran anakku. Minggu pertama saya hanya datang berdua bersama Zafran untuk mengajak jalan-jalan pagi dan menyalurkan energi lebihnya di ruangan terbuka sekaligus berjemur di matahari pagi yang menyehatkan.

 

Di minggu pertama ini kami datang agak siang sekitar pukul 09.00 karena menunggu Zafran yang berusia 2 tahun untuk menunggu bangun tidur, mandi, makan dan segala ritual paginya. Ketika datang parkiran sudah mulai sepi karena banyak yang sudah mulai pulang. Saya parkir di area parkir luar arah pintu keluar, jadi langsung menuju pintu masuk taman BxChange.

Kesan pertama ketika masuk taman BxChange begitu hijau dengan rumput yang subur dan tanaman hidup menghiasi dinding dan sepanjang taman di dalamnya. Area ini memang khusus dibuat untuk warga bintaro sekaligus daerah hijau taman kota. Kami jalan berbelok kekiri melewati lingkaran dengan tempat duduk berwarna merah, terlihat banyak keluarga yang membawa anak-anak nya untuk berjalan santai atau membawa alat olahraga sendiri (bulu tangkis, sepeda mini). Banyak juga yang hanya duduk di rerumputan bersama anak kecil (batita) untuk melatih motoric mereka dan memperkenalkan dengan alam terbukanya. Zafran terlihat begitu senang dan mulai berlari menuju taman dan tempat duduk merah melingkar. Lalu berjalan lagi dengan menarik tangan saya mengajak untuk mengelilingi taman tersebut. Sempat terhenti karena melihat orang berkumpul sedang melakukan Tai Chi atau olah raga China yang saya tidak tahu namanya.

 

Lalu kami jalan ke kanan dan lurus melewati taman dan rumput hijau yang memanjakan mata. Tidak jauh terlihat stand-stand makanan yang menjajakan makanan yang siap untuk di santap selepas berolah raga. Setelah melewati area makanan yang cukup menggoda kami melewati kolam ikan yang “kurang perawatan” namun tetap ada ikannya. Kolam ikan ini menarik perhatian Zafran, kami sempat duduk sebentar untuk menikmati kolam mini ini lalu berputar kembali menuju bangku lingkaran merah.

 

Hari ini minggu kedua saya kembali ke taman BxChange dengan mengajak satu paket keluarga. Kali ini kami datang lebih pagi sekitar pukul 06.00 WIB, area parkir utara sudah penuh, lalu kami menuju parkir pintu keluar namun sudah penuh juga, akhirnya kami parkir di basement dekat pintu keluar. Melewati pintu utama taman tersebut seperti minggu depan dan lagi-lagi Zafran terlihat begitu semangat untuk lari ke dalam dan melihat banyak teman sebaya nya juga sedang bermain-main.

 

Lalu saya teringat parenting kemarin yang membahas tentang penggunaan gadget. Gadget smartphone yang sudah menjadi bagian dari hidup kita ini tentu sudah sangat melekat dan bahkan kita sekarang lebih khawatir ketinggalan smartphone dibandingkan ketinggalan dompet. Saya mengamati betapa kita sebagai orang tua telah mencontohkan “gaya hidup” tersebut.

  1. Satu keluarga terlihat sangat senang bercengkrama, berjalan santai bersama lalu berhenti dan berfoto bersama lalu menikmati hasil foto tersebut.
  2. Satu keluarga terlihat sedang asik mengabadikan dalam bentuk foto dan video anaknya yang masih berusia s ekitar 1-1,5 thn di rerumputan hijaunya.
  3. Satu keluarga terlihat asik berjalan santai tanpa memegang smartphone.
  4. Banyak pasangan atau teman dekat yang berkumpul berdua, bertiga dan berempat sedang duduk santai sambil berfoto ria dan sesekali tertawa dengan lelucon ringannya.

Lalu saya berfikir mungkin kita bisa membuat Komunitas Olahraga Budi Luhur dan Komunitas Ayah Budi Luhur yang kegiatan berolahraga setiap akhir perkan bersama keluarga tanpa memberikan gadget kepada anak-anak kita. Memang perlu usaha yang kuat dan pembiasaan yang berkelanjutan agar anak-anak kita terbiasa dengan lingkungan luar tanpa melibatkan gadget. Betapa bahagianya anak-anak yang hanya berlarian dan sesekali tertawa karena bermain bersama temannya.

 

Komunitas Olahraga Budi Luhur (KOBL)ini juga menjawab kekhawatiran orang tua yang khawatir anak-anak nya kehilangan rasa social, rasa empati, kepekaan panca indra nya. Ketika sekolah mulai menggunakan teknologi di dua tahun mendatang.

 

Komunitas Ayah Budi Luhur (KABL) ini akan sangat berhubungan dengan perkembangan anak dan salah satu kegiatannya adalah Olah Raga. Mengapa harus ayah? Kita sudah tahu jawabannya karena Ayah adalah Kepala Keluarga dan saya menyebutnya Kepala Sekolah di rumah. Iya karena ayah yang bisa menggerakkan, bisa memotivasi dan bisa mengajak keluarga nya untuk melakukan hal positif. Nah… Komunitas Ayah Budi Luhur ini bisa berkumpul bersama dan mencari kegiatan lainnya yang bisa dan memang melakukan yang seharusnya di lakukan oleh ayah.

 

Kita sebagai orang tua yang harus mencontohkan terlebih dahulu untuk bangun pagi, berolah raga, memakai pakaian olah raga dan nuansa olah raga lainnya lalu menularkan kepada istri atau suami dan anak-anaknya. Ini adalah sesuatu yang sangat mungkin dilakukan untuk mengantisipasi anak-anak kecanduan menggunakan gadget namun di satu sisi anak-anak kita adalah generasi yang hidup di zaman teknologi yang sudah menjadi bagian hidup mereka. Lalu bagaimana agar mereka dapat memanfaatkan teknologi tersebut bukan sebaliknya anak-anak kita dimanfaatkan oleh teknologi.

 

Salam Budi Luhur

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.