Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

Budi Luhur Tanggap Darurat

Mendengar kabar di Lombok, Palu dan Donggala membuat kita sedih karena saudara-saudara kita di sana terkena musibah dan banyak yang harus di lakukan pasca bencana tersebut. Di satu sisi kita yang berada di pesisir dan bahkan yang berada di tengah kota pun merasa khawatir jika terjadi gempa. Ini sudah terbukti beberapa bulan lalu kita merasakan gempa di sekolah. Setelah kejadian tersebut orang tua mengusulkan untuk di adakan reaksi darurat jika terjadi bencana (gempa atau kebakaran).

 

Tentu saja saya perlu perencanaan dan perlu orang lain yang ahli dibidangnya untuk melakukan hal ini. Alhamdulillah salah satu orang tua (mama Alisha) yang memang bekerja dalam bidang ini bersedia membantu mempersiapkan simulasi tanggap darurat di sekolah. Karena memang belum banyak sekolah yang sadar akan hal ini.

 

Akhirnya setelah pertemuan pertama dan mengonsep persiapan kami mengirimkan surat kepada orang tua bahwa sekolah akan melakukan sosialisasi, simulasi dan drilling tanggap darurat ketika gempa.

 

Berikut beberapa hal yang kami lakukan:

 

TIM TANGGAP DARURAT

 

Ketua Tim Tanggap Darurat       : A. Zani

Floor warden TK                            : Ms Onny

Vyrza

Floor warden lantai-1                       : Caecilia Viratni

Geri Suratno

Pak Husein

Floor warden lantai-2                       : Lidya

Anindita

Ibu Ina

Tim P3K                                                : Suster Nita

 

Prosedur Simulasi Gempa:

  1. Guru menjelaskan akan ada simulasi gempa dan anak-anak berlindung di bawah dan tetap tenang.
  2. Bel emergency berbunyi, penanda ada gempa.
  3. Reaksi pertama merunduk dan berlindung di bawah meja atau kolong dekat dengan dinding. Jika dalam 2-5 detik gempa semakin besar, langsung menuju pintu keluar di pandu oleh guru kelasnya.
  4. Siswa turun dengan setengah berlari dan berbaris.
  5. Satu guru memandu di depan untuk turun dan satu guru paling belakang untuk sweeper.
  6. Floor warden, keluar dari kelas dan mengatur flow siswa untuk turun.

Di sayap kiri dan kanan, agar tidak terjadi penumpukan di tangga.

  1. Masing-masing lantai ada floor warden yang bertanggung jawab memastikan semua guru dan siswa sudah keluar dari ruangan.
  2. Floor warden turun setelah mengecek semua kelas.
  3. Kepala sekolah mengecek seluruh lantai dan kelas memastikan seluruh warga sudah terevakuasi.
  4. Di pastikan jalan menuju titik kumpul tidak ada penghalang.
  5. Kelas yang pertama sampai di area titik kumpul langsung menuju lapangan basket paling ujung dan langsung berbaris dan diabsen.
  6. Floor warden terakhir turun.
  7. Di satpam, sudah di letakkan daftar nama siswa setiap kelas.

Setelah Evakuasi:

  1. Setelah evakuasi selesai, TIM Tanggap darurat akan berkeliling untuk memastikan semua warga sekolah sudah keluar dari gedung.
  2. Ketua Tim Tanggap Darurat melakukan pengecekan ke setiap kelas dan memutuskan apakah kembali ke dalam gedung atau tetap di area titik kumpul. Keputusan tetap sekolah atau siswa di pulangkan.
  3. Guru akan mengirimkan pesan singkat via Google Classroom.
  4. Sms blast akan di kirimkan kepada orang tua lewat HP sekolah, yang menyatakan kondisi siswa dan siswa boleh di jemput pukul…..
  5. Tim Tanggap Darurat akan menghubungi pemadam kebakaran atau ambulan jika diperlukan.

 

Yang perlu dipersiapkan siswa di kelas:

  1. Siswa berlatih setengah berlari dalam keadaan berbaris.
  2. Siswa merunduk selama didalam kelas.
  3. Masing-masing siswa mengetahui urutan absen untuk mempermudah berbaris setelah evakuasi.

 

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.