Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

BIKIN SIM-A… Gampang Bro….

Jum’at, 31 Mei 2019, aku memiliki waktu luang untuk membuat SIM-A. Seminggu sebelumnya aku mendapat informasi bahwa membuat SIM jika di bantu harga nya 450rb – 500rb. Namun aku coba cari informasi sendiri browsing di mana bisa membuat SIM yang terdekat. Ternyata untuk daerah Tangerang Selatan kita bisa buat SIM di Kantor Cabang Pembantu di daerah Cilenggang.

Jam 09.30 WIB saya baru bisa jalan ke sana (setelah browsing). Syarat nya hanya membawa foto copy KTP, Berpakaian rapih kemeja dan memakai sepatu.

Sesampai di sana ketika hendak masuk di jaga oleh petugas polisi : menayakan KTP saya, langsung saya berikan dan di minta fotocopy dulu. Saya pergi kesebrang jalan untuk memfoto copy. Ketika itu tukang fotocopy langsung menawarkan jasa: “Mas mau di bantu gak?untuk buat SIM.”Langsung saya jawab ngga’ mas.
Oook, nanti klo gak lulus, ke sini aja ya mas… nanti saya bantu.
Sayang nya: saya gak nanya…berapa biaya nya.

Menurut ibu mertua saya: harga jika dibantu sekitar 600rban untuk SIM A.

Langsung saya masuk ke area pembuatan SIM.
Langkah pertama membeli formulir untuk pemeriksaan kesehatan dengan biaya Rp 30.000
Lalu menuju ke loket Asuransi dengan membayar Rp 30.000.
Setelah itu mengisi formulir untuk membayar biaya pembuatan SIM-A seharga Rp 120.000.
Setelah mengisi form saya menyerahkan ke loket selanjutnya untuk mendapat no Antrian Tes Teori. Menunggu tes teori cukup lama. Saya berada di luar ruangan dengan kipas angin yang mati.

JADI Total pembuatan SIM-A hanya 180,000 rupiah saja saudara-saudara.

Setelah menunggu 2 jam baru masuk untuk foto dan tes teori, setelah itu menunggu sekitar 40 menit untuk tes praktik.

Untuk tes teori sekarang sudah online dengan menjawab 30 pertanyaan. Syarat kelulusan menjawab benar sebanyak 21 pertanyaan. Dan saya bisa menjawab 24 pertanyaan dengan benar.

Naaah ini dia tes terakhir sebelum mendapatkan SIM-A,…. Ketika tes praktik mobil ada 3 rintangan: pertama tanjakan, dengan rem tangan, menanjak tanpa mundur dan mati mesin. Kedua parkir parallel dan ketiga parkir mundur dengan sekali maju dan mundur.


Iyaaa saya gak lulus di tes praktik ketika parkir parallel… hik hik hik… diminta datang lagi tanggal 11 Juni 2019.
Setelah datang lagi di tanggal 11 Juni 2019, saya gak lulus lagi…. Bertekad untuk bisa lulus akhirnya saya datang di hari minggu nya ke lokasi tersebut hanya untuk latihan parkir parallel dan parkir mundur. Setelah 2 jam saya latihan saya pulang dan menunggu hari selasa saya harus kembali untuk ujian praktik lagi.

Selasa, 18 Juni 2019, saya kembali datang dan ujian praktik. Alhamdulillah saya LULUS… yes yes yes… betapa senangnya hati ini setelah di nyatakan lulus.

Setelah mendapatkan SIM-A ini saya menjadi lebih tepat ketika parkir.
Kepada teman-teman saya sarankan untuk ikut Ujian SIM ini sesuai prosedur dan tidak perlu takut gagal atau buang-buang waktu. Semua proses yang kita jalani sesungguhnya memberikan nilai-nilai kehidupan yang pastinya berguna untuk kita.

Tips sebelum mengikuti proses pembuatan SIM:
1. Browsing lokasi yang paling dekat dari rumah.
2. Browsing soal-soal ujian teori untuk motor atau mobil.
3. Latihan parkir dulu sebelum ujian praktik. Ini akan membuat kita lebih relax dan tahu medan. Jika tidak bisa maka ujian pertema akan menentukan ujian keduanya.
4. Tetap semangat untuk ikut ujian susulan.
5. Dengan cara kita ikut prosedur sebenarnya kita memberantas CALO dan kita tidak termasuk yang menyogok petugas dari belakang.
UNTUK Indonesia yang taat aturan.
Salam Budi Luhur

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.