Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Teachers Upgrade

Bertemu sang maestro MIR pak Munif Chatib

Pada tanggal 28 September 2018 lalu sebenarnya ingin sekali datang ke JCC pada acara GESS karena pak Munif Chatib menjadi pembicara di sana pada hari kedua. Saya sendiri menjadi pembicaranya di hari pertama, namun karena jadwal sekolah yang cukup padat saya tidak bisa bertemu dengan pak Munif. Pada workshop pertama yang diselenggarakan oleh Enigma pun saya belum bisa bertemu beliau.

Setelah 5 tahun yang lalu saya membaca buku Sekolahnya Manusia, saya terkagum-kagum oleh sosok pak Munif Chatib yang sudah menulis beberapa buku yang sangat menarik dan sederhana untuk di baca. Hari ini saya bertemu langsung dengan sosok praktisi pendidikan yang terkenal dengan MIR (Multiple Intellegences Research).

 

Betapa saya sangat menyimak satu persatu cerita yang begitu berkesan yang disampaikan secara santai dan lugas oleh pak Munif. Bahkan saya sempat merekam suara beliau agar saya bisa mendengarkan kembali isi dari workshop tersebut. Keinginan saya untuk belajar tentang MIR begitu besar agar saya dapat memaksimalkan potensi unggul anak-anak didik disekolah Budi Luhur. Motivasi saya untuk belajar saja tidak cukup, saya harus bisa menularkan hal ini kepada guru-guru saya yang langsung berhadapan dengan anak didiknya di kelas.

Senang sekali rasanya bisa mengikuti Workshop Total Quality Management yang disampaikan oleh Pak Munif Chatib. Semoga beliau diberi kesehatan dan terus berbagi ilmunya kepada para pendidik Indonesia dan suatu hari nanti pendidikan Indonesia menjadi jauh lebih baik karena para pendidik nya selalu mengupgrade diri.

Materi Total Quality Management ini murah dan bisa berdampak besar bagi pelaku pendidikan. Satu hal yang menjadi perhatian TQM ini yaitu KOMITMEN. Iya komitmen dari warga sekolah guru, staff, siswa dan orang tua sungguh menjadi satu hal utama yang harus dibenahi terlebih dahulu sebelum melangkah pada langkah berikutnya. Betapa kita sebagai pendidik setiap hari bertemu dengan masalah dan harus segera menyelesaikan nya. Ketika kita punya murid 200, sesungguhnya murid kita itu 600. Karena siswa kita sepaket dengan ayah ibu mereka.

Pak Munif Chatib melakukan penelitian terbuka terhadap 700 anak didik dengan pertanyaan terbuka: Apa masalah yang hadapi? kamu punya masalah apa. 70% masalah anak didik kita berhubungan dengan orang tua nya dan hanya 30% yang memiliki masalah akademis. Betapa kita tidak bisa menutup mata jika kita juga harus menjadi solusi bagi anak didik kita. Oleh karena itu kita sebagai pendidik harus memiliki peran ganda: sebagai pendidik, sebagai orang tua dan sebagai motivator.

Terima kasih pak Munif Chatib

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.