Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Teachers Upgrade

Belajar Mengelola Sekolah

Hari ini saya berkesempatan belajar mengelola sekolah dengan mengikuti training singkat “Manajemen Pengelolaan Sekolah”. Secara umum training ini bagus dihadiri oleh Yayasan dan Kepala Sekolah. Training yang di selenggarakan oleh EnigmaEdu salah satu yang mengakomodasi MM Publication di Indonesia. EnigmaEdu juga memfasilitasi bagi sekolah yang perlu tenaga professional untuk mengembangkan SDM guru dan manajemen sekolah secara umum. Acara ini berlokasi di Hotel Amarossa Little Residence Cipete, dengan pembicara: Bapak Herdin  Nurdin, S.Pd, MM.

Training ini dihadiri oleh sekitar 50 orang dari berbagai sekolah di Jabodetabek yang rata-rata sekolah swasta nasional plus dan SBK. Beberapa sekolah yang hadir pun sudah memiliki reputasi dan track record yang baik dalam pendidikan, namun tetap mengikuti training ini… betapa sekolah harus dinamis dan selalu mengupdate perkembangan zaman. Guru, Kepala Sekolah, Yayasan yang hadir pada acara ini dibuat berfikir ulang bahwa mengelola sekolah itu memang “ribet” dan membutuhkan pemikiran yang luas. Sekolah yang bagus itu indikatornya hanya dua: pertama bikin macet yang artinya muridnya banyak dan yang kedua zero complain yang artinya pelayanan nya memuaskan, orang tua puas dengan sekolahnya, kata bapak Herdin Nurdin, S.Pd, MM (selaku pembicara pada hari ini).

Pak Herdin Nurdin yang sudah melanglang buana menjadi konsultan dan hanya kuat menjadi Kepala Sekolah selama 5 tahun. selebihnya beliau menjadi konsultan dan banyak membantu sekolah-sekolah untuk dikelola secara professional. Hal yang menarik dalam training ini adalah yang di bahas itu 8 isntrumen pendidikan yang biasa kita temui pada akreditasi, namun ini versi pengelolaan yang lebih aplikatif dan praktis untuk mengelola sekolah.

Beberapa catatan penting saya adalah:

  1. Setiap tahun kita harus menganalisa kebutuhan orang tua dan melakukan upgrading yang up to date.
  2. Visi Misi sekolah harus diketahui oleh semua warga sekolah, agar menjadi panduan bagi orang tua dan warga sekolah. Visi Misi juga perlu di tinjau ulang setiap 2 -4 tahun.
  3. Yang perlu di kelola dengan benar: Wajah (Fasilitas), Jantung (Guru), Ruh (Siswa).
  4. Sekolah perlu membuat kurikulum pelatihan bagi staff dan guru.
  5. Ada 4 jenis guru: Guru kompeten dan komitmen, guru kompeten tidak komitmen, guru tidak kompeten komitmen, guru tidak kompeten dan komitmen.
  6. Perlu adanya Standar Pelayanan Minimal
  7. Perlu adanya Quality Issurance: Penjamin mutu siswa didik setelah lulus dari sekolah ini.
  8. Ada 4 golongan penilaian guru: Medium teacher: Just tell, Good teacher: explained, Great teacher: demonstrated, Exellent teacher: Inspired.
  9. Komponen Gaji: konsekuensi kerja. Pendidikan S1, S2, pengalaman dan belum berpengalaman harus di gaji berbeda.
  10. Reward kinerja: Penambahan transport, berdasarkan raport guru.
  11. Tunjangan: berdasarkan cashflow.
  12. Fasilitas: kepsek mendapat mobil, waka mendapat motor.
  13. Recognition: kesempatan mendapatkan pendidikan S2, S3.

Semua peserta training seolah di “getok” kepalanya untuk bangun dari kebiasaan lama yang mengesampingkan hal-hal penting yang sudah di bahas tadi. Semua nya menjadi penting jika GOAL nya dalah jangka panjang, dan kita buat adalah sistem, ingat “SISTEM” yang kita buat ini akan tetap berjalan siapapun pemimpin nya dan siapapun gurunya yang akan mengajar.

Pada praktiknya kita pasti terbentur dengan hal-hal teknis di luar perencanaan yang sudah kita rencanakan. Complain dari orang tua, mengakomodir kemauan yayasan, masalah teknis yang harus segera diselesaikan, dst. Disitulah kita diuji untuk tetap pada track yang sudah dibuat. Selamat bekerja mengelola sekolah anda.

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.