Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

Belajar Bijaksana dari Anak Anda

Sebuah renungan yang terus menerus ada dalam pikiran saya selama dua tahun ini. Renungan ini bisa menjadi sebuah pemikiran yang bisa di jadikan penelitian dan bisa menjadi solusi perbaikan pendidikan karakter di Indonesia.

Berapa banyak ibu yang sekarang bekerja?

Seberapa sering seorang ibu menjawab langsung pertanyaan anak nya ketika sedang melakukan pekerjaan rumah?

Berapa jam dalam sehari ayah bermain bersama anak nya?

Berapa banyak pekerjaan rumah yang dibantu oleh suami?

Banyak dari kita semakin hari semakin di sibukkan dengan pekerjaan kantor dan sepaket dengan permasalahn yang tak kunjung habis. Semua itu begitu menguras tenaga dan pikiran kita sehingga kita lupa bahwa anak-anak kita lebih membutuhkan kita dibandingkan perusahaan tempat kita bekerja. Dengan waktu yang semakin sedikit membuat orang tua berfikir untuk membahagiakan anak-anak nya dengan materi dan mainan agar bahagia.

Beberapa pertanyaan di atas sesungguhnya memberikan efek yang sangat luar biasa. Sekali lagi ini baru pemikiran saya dan mungkin sudah ada penelitiannya, jika belum saya akan menelitinya di masa depan.

Ketika ibu bekerja maka seorang ibu tidak mengasuh dan memberikan pendidikan karakter sejak dini yang diserahkan kepada kakek/ nenek atau pembantunya. Padahal ketika mengasuh anak ini adalah ujian kesabaran yang sangat luar biasa, benar-benar menguji kesabaran sampai level yang paling tinggi. Anak yang baru berusia 2 tahun, ketika sedang lucu-lucu nya, senang bermain, mem porak-porandakan rumah, tidak mau pakai baju, makan nya susah, terlebih ketika sakit. Bagi ibu bekerja, semua itu sudah dilakukan oleh sang pengasuh. Akhirnya anak akan lebih dekat dengan pengasuh dan orang tua berharap anak-anak nya memiliki karakter yang mereka miliki sedangkan mereka bekerja. Akhirnya ini pula yang membuat orang tua ketika masuk SD merasa tidak mengenal anak nya dengan baik, merasa tidak mampu mengontrol anak nya, tidak mampu menasihati anaknya.

Ayah adalah sosok pemimpin di keluarga yang sebagian orang tugasnya hanya bekerja untuk mencari nafkah dan memenuhi semua kebutuhan keluarga. Ayah tahu nya urusan anak adalah urusan ibu nya. Itu keliru yang sangat besar. Ayah memiliki andil yang sangat besar pada pertumbuhan anak 0-7 tahun. Saya bermain 3-5 jam setiap hari dengan anak saya dan saya sangat menikmati hal ini, terlebih anak saya yang baru berusia 2 tahun yang semua nya tentang bermain. Permainan sederhana saja bisa membuat tertawa terpingkal-pingkal dan permainan nya pun di ulang-ulang. Ayah harus bisa membantu pekerjaan di rumah dan sekaligus mengasuh anak, tentu saja memandikan, mengganti popok, menyuapi makan dan banyak lagi.

Di sini pula ayah akan diuji kesabarannya dalam mendidik anak, apakah ayah mampu memberikan contoh yang baik terhadap anak nya. Hal yang paliiing sulit adalah “tidak memegang HP selama bermain dengan anak” dan saya sudah melewati masa sulit itu…. saya mampu tidak memegang HP selama 3-5 jam ketika bermain dengan anak saya Zafran. Ketika mengasuh zafran pun sangat sangat menguji kesabaran kita. Kita bisa bayangkan kita baru 3 jam, sedangkan istri kita setiap hari dan hampir 24 jam mengasuh anak-anak kita.

Tidak heran di jalan banyak orang yang tidak sabaran mengantri, tidak sabar di lampu merah, tidak sabar menunggu…. itu semua bisa jadi karena orang tua tidak pernah lulus test UJI KESABARAN mengasuh anak di rumah. Efek yang paling berbahaya adalah orang tua tidak sabaran mendidik anaknya sendiri. Berharap anak mereka memiliki nilai bagus dan berprestasi di sekolah padahal semua nya di serahkan kepada pengasuh dan guru les.

Sungguh banyak hal yang saya pelajari dari Zafran selama 2 tahun ini: Keceriaan, kesenangan, rasa ingin tahu yang tinggi, selalu ingin membantu, selalu ingin dekat, selalu merasa dibutuhkan dan membutuhkan, sayang, cinta, memaafkan, semangat, enerjik dan banyak lagi yang bisa kita pelajari ketika kita mengamati anak kita sendiri tumbuh dengan karakter orang tuanya.

Selamat belajar dengan anak anda

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.