Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

Belajar Berfikir

Hari ini Kamis, 31 Okt 2019, saya mengajak bicara salah satu siswa yang secara teknis tidak mengikuti aturan sekolah. Wali kelas, Wakil bidang kesiswaan, guru BK, Konselor sudah mencoba mengajak bicara dan mencari penyebabnya namun belum bisa merubah sikap atau perilaku siswa tersebut. Berujung pada pertemuan singkat jika ini terus berlanjut maka sekolah harus mengambil sikap yang tegas agar tidak menjadi contoh yang tidak baik bagi siswa yang lainnya. Semua guru di atas sudah sangat di repotkan dan perhatiannya sudah diberikan penuh kepada siswa tersebut. Sebut saja siswa tersebut Jonny. Saya sebagai kepala sekolah harus mengambil keputusan untuk mengeluarkan Jonny atau memberikan kesempatan kedua.

 

Saya sebagai kepala sekolah tentunya pasti ingin semua anak didiknya lulus dari sekolah. Kesempatan bersekolah ini kesempatan yang tidak akan terulang kembali dalam seumur hidup. Jadi saya hanya punya waktu beberapa hari sebelum saya mengeluarkan Jonny, saya harus bicara langsung dengan dia.

 

Hari ini saya mengajak Jonny pergi ke suatu tempat yang tidak saya sampaikan diawal. Saya hanya minta dia ikut saya, namun ketika di panggil oleh wali kelas Jonny menolak untuk turun. Akhirnya saya naik ke kelas untuk menjemput Jonny. Jonny pun ikut dengan saya dalam mobil.

 

Waktu menunjukkan pukul 13.35 WIB saya mengemudikan mobil saya ke arah bintaro dan masuk tol pondok aren. Sepanjang jalan saya mencoba bercerita tentang kegiatan saya sebagai pendidik, berbicara tentang hobby, kegiatan Jonny sehari-hari, apa yang dia suka, dll. Jonny pun tipe anak yang mau bercerita kembali tentang dirinya dan ini bertanda bagus. Jonny bercerita bahwa dirinya berprestasi di bidang basket pada waktu SD dan sempat memenangkan pertandingan yang disponsori oleh Danone (mewakili Indonesia). Namun karena cidera Jonny terpaksa harus vakum selama satu tahun dan berganti olah raga ke futsal.

 

Jonny memiliki cita-cita menjadi pengusaha, saya bisa melihat jiwa wirausaha ini turun dari sang ayah dan ibu nya yang juga pengusaha. Ayah Jonny berbisnis kuliner dan kontrakan, ibu Jonny memiliki showroom mobil dan usaha lainnya.

 

Sejak SD jiwa wirausaha Jonny sudah sangat terlihat dengan kesukaannya berjual beli. Sampai sekarang Jonny masih suka berbisnis jual beli. Yang sedang ia lakukan sekarang jual beli sneaker. Lalu saya bertanya: kenapa sneaker? Karena untung nya cukup besar.

Dia berbicara awal mulanya dia membeli sepatu ADIDAS limited edition di central park. Untuk membeli sepatu tersebut dia harus rela menginap dan mengantri di sana sampai toko tersebut buka dan akhirnya dia pun mendapatkan sepatu tersebut seharga 3,6 jt rupiah… wow… buat saya itu sudah sangat mahal untuk sebuah sepatu. Setelah dia berhasil membeli sepatu tersebut ternyata dia menjual kembali sepatu tersebut dengan harga 28 jt rupiah… What!!!….

Really…. Iya ternyata ada saja orang yang ingin memiliki sepatu tersebut dengan harga selangit itu. Dari situ Jonny tertarik untuk terus melakukan bisnis ini.

 

Mobil melaju dengankecepatan 100km/ jam dan hampir sampai keluar tol pamulang. Saya mengurangi kecepatan dan keluar tol menuju jalan Ciater Raya. Saya memasuki gang dan masuk menelusuri jalan berliku. Lagi-lagi jonny bertanya: Kita mau kemana sir? Iaya sbenetar lagi sampai.

 

Percakapan  masih berlanjut dan saya bertanya: ayah kamu di mana sekarang? Ada di Makasar. Oookay. Kamu tidak ikut ke Makassar. Tidak sir, saya tidak mau ikut, saya lebih memilih di Jakarta karena sudah banyak teman dan banyak tempat nongkrong katanya dengan santai… I see….

 

Akhirnya kita sampai di belokan terakhir dan saya memarkir mobil saya agak ke dalam. Dan kita berjalan beberapa meter menelusuri jalan setapak. Dari kejauhan terlihat pohon kamboja yang bisa di tanami di pemakaman. Kevo masih mengikuti saya dari belakang dan berkata: saya jadi penasaran sir. Iya sudah ikut saja. Kita memasuki area pemakaman kampong yang tidak teratur dengan jalan setapak di tengahnya dan saya berhenti di salah satu makam tersebut. Sini Kevo… perkenalkan ini ayah Mr. Andi…. Beliau meninggal tahun 2001 pas ketika Mr Andi seusia kamu dan lulus dari SMA. Ketika itu kami punya sejuta rencana ketika saya lulus dari SMA. Ingin membuka usaha bersama, membangun rumah, ayah akan pension dini dan lain sebagainya. Tapi takdir berbicara lain dan ayah Mr harus pergi lebih dulu dengan meninggalkan istri (ibu Mr Andi dan 7 anaknya).

 

Silahkan kamu bayangkan jika ayah kamu meninggal sebentar lagi, apa yang akan kamu lakukan. In the end kita semua akan mati. Ayo Jonny kita jalan lagi, saya pun mengajan dia untuk mampir ke rumah ibu saya. Ketika saya datang ibu saya bertanya: kamu dengan siapa di? Dengan murid mah. Kenalin ini Jonny, dia siswa yang mau andi keluarkan dari sekolah. Raut wajah Jonny sedikit berubah mendengar ucapan saya.
Iya mah, andi harus mengambil keputusan berat ini, tapi andi mau bicara langsung dengan Jonny sebelum mengambil keputusan ini. Memang kamu berbuat apa sampe dikeluarkan? Iya tidak mematuhi aturan sekolah, tidak bertanggung jawab terhadap tugas, tidak disiplin, dll. Tapi karena ini akan menjadi contoh yang tidak baik bagi teman-temannya maka Andi harus mengambil keputusan.

 

Jonny terdiam sejenak. Sesaat kemudian ibu saya pun berkata: setiap orang itu memiliki hati yang baik dan ketika kita ingin berbuat baik pasti setan akan membisikan sesuatu dan mengarahkan kita untuk tidak berbuat baik. Kamu punya pilihan untuk berubah. Memangnya kamu tidak bisa berubah? Sayang sekali jika kamu putus sekolah hanya tinggal beberapa bulan lagi. Klo kamu bisa berubah ya kamu berubah. Apalagi kamu anak laki-laki, anak kebanggaan keluarga yang kelak akan memimpin keluarga. Anak laki-laki itu anak kesayangan ibu. Walaupun ayah ibu kamu sudah pisah tapi kamu tetap anak mama dan papa. Kamu akan bertanggung jawab atas kehidupan kamu nantinya.

 

Setelah sholat ashar kami pun pamit pulang. Dalam perjalan pulang kamipun melanjutkan perbincangan kami. Saya bertanya tujuan hidup kamu apa Jon? Dia terdiam dan tidak menjawab. Jika kita tadi berangkat dari sekolah, kita pasti tidak akan sampai di mana-mana. Karena Mr Andi punya tujuan yang jelas, jadi kita sampai di Makam, lalu ke rumah ibu Mr Andi dan sekarang kembali pulang. Jelaskan tujuannya.

 

Lalu tujuan hidup kamu apa? Silahkan kamu pikirkan.

Selanjutnya saya bertanya apakah mau mau berubah? Iya Mr . saya mau berubah. Bener nich… saya menengok ke arah muka jonny. Benar Mr. Jaminan nya apa kamu berubah. Karena mr andi harus mengambil keputusan untuk tidak mendaftarkan kamu ke peserta UN dalam waktu 1 minggu ini. Tapi klo kamu mau lanjut sekolah, pilihannya hanya satu, yaitu ikut aturan sekolah.

 

Jaminan nya adalah Mr Andi. Ketika saya memutuskan tidak mengeluarkan kamu, maka kamu harus berubah dan menjadi contoh yang baik bagi teman-teman mu. Tapiii jika kamu berubah hanya beberapa hari dan kembali tidak ikut aturan sekolah. Maka Mr. Andi harus menerima malu dan meminta maaf kepada semua guru di Budi Luhur bahwa Mr Andi sudah gagal membuat kamu sukses.

 

Kapan terakhir kamu bicara santai bercanda dengan ibu kamu? Gak tahu mr, dah lama.
Kapan terakhir kamu bicara dengan ayah kamu? Dah alam juga mr. bulan lau kayaknya.

 

Coba kamu telepon papa kamu, tanyakan kabarnya.

Coba kamu Tanya ibu kamu, apa yang bisa kamu bantu. Tanyakan kabar ibu kamu. Kamu cerita tentang sekolah kamu, teman kamu. Pasti ibu kamu senang.

Tapi semua kembali ke kamu lagi ya Jon.

Kamu bilang aja apa yang bisa Mr bantu: apa perlu Mr jemput setiap hari? Oh ngga Mr… langsung spontan dia jawab.

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.