Guru Menginspirasi

Teacher is the heart of the school

Blog

Ujian oh… Ujian

Ujian Akhir Semester menjadi hal yang rutin dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyerap pelajaran. Namun hal ini tidak selalu benar dan siswa tidak selalu siap menghadapai ujian ini. Dengan jumlah 13 pelajaran yang diujikan, ini sangat membebani siswa dalam mengerjakan soal.

 

Ditambah dengan tanggung jawab guru mengejar materi dalam 1 semester harus habis. Kita sebagai pendidik bisa membayangkan proses yang terjadi di dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Ketika guru harus memenuhi target tertentu dengan jangka waktu tertentu, bisa dipastikan tolak ukurnya adalah nilai yang bagus diakhir ujian.

 

Mulai hari pertama ujian, terlihat muka-muka sisa yang cemas dan terlihat gelisah ketika memasuki ruang ujian. Mereka terlihat berfikir tetapi pandangan nya kosong. Terlihat menulis tetapi bukan jawabannya. Pandangan serius melihat laptop mereka menggambarkan pandangan serius yang kosong.

Ada juga sebagian siswa yang begitu serius menghitung dan mencari jawaban yang benar. Ada yang bertanya kritis tentang soal yang sedang mereka kerjakan.

 

Bagi siswa yang gelisah dan tengok kanan-kiri itu menandakan bahwa siswa tersebut tidak mampu mengerjakan soal. Tetapi bukan berarti tidak cerdas, hanya kecerdasannya bukan di bidang itu. Apapun alasannya sekolah SANGAT TIDAK MERESTUI SISWA MENCONTEK.

Berikut beberapa hal efek samping dari kebiasaan mencontek:

  1. Hilangnya rasa percaya diri. Masih bersambung poin pertama, dengan mencontek siswa tersebut akan kehilangan percaya dirinya sehingga tidak mau mengikuti kemampuannya.
  2. Tidak bisa menjadi diri sendiri.
  3. Tidak bisa menghargai pendapat diri sendiri.
  4. Tidak bisa mengembangkan ide dan menghancurkan kreatifitas.
  5. Tidak terlatih menghadapi dan menanggapi masalah.
  6. Menumbuhkan sifat malas belajar.
  7. Menumbuhkan sikap tidak jujur.
  8. Menimbulkan perasaan takut dan cemas.
  9. Menghalalkan berbagai cara untuk mencapai tujuan.
  10. Membohongi diri sendiri dan orang lain.

 

Ini juga bisa menjadi sumber ketidakjujuran ketika sudah bekerja dan bermasyarakat.

Mana yang anda pilih?

  1. bangga mendapatkan nilai 5 dengan jujur
  2. bangga mendapat nilai 9 dengan tidak jujur.

 

Mana yang anda pilih?

  1. mendapatkan nilai 5 dimarahi orang tua.
  2. mendapat nilai 8 yang membuat orang tua senang.

 

Mencontek tidak berdiri sendiri, pasti ada sebab asal muasal dan alasannya mengapa siswa bisa mencontek. Yuuk kita cari tahu jawabannya…. saya akan menyebarkan kuesioner singkat tentang hal ini. kita tunggu hasilnya.

  1. Semoga angin segar di SMA hanya 5 pelajaran saja yang akan siswa pelajari.
  2. Ujian siswa sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan siswa.
  3. Ujian tidak harus berupa test tertulis, bisa saja bentuk presentasi, atau project.

 

 

 

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *

I am an educator and recently I am working at Budi Luhur School teaching at Senior High School and Developing School Management. I also involving at Elementary Level as a principal.